Sapardi Djoko Damono, Sastrawan dari Indonesia Penulis Puisi dan Novel Hujan Bulan Juni yang Diangkat ke Film Layar Lebar
Halo, Teman Baca!
Menurut informasi yang saya dapatkan dari Wikipedia Indonesia, Sapardi Djoko Damono lahir pada tanggal 20 Maret 1940 dan wafat pada tanggal 19 Juli 2020. Sapardi Djoko Damono adalah sastrawan Indonesia yang menulis puisi dan novel Hujan Bulan Juni. Jujurly, sampai saat ini saya masih sangat suka dengan puisi Hujan Bulan Juni. Novel Hujan Bulan Juni karya Eyang Sapardi Djoko Damono juga diangkat ke film layar lebar.
Baca Buku Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono, Apakah Pertemuan Abadi Atau Perpisahan Sementara?
Siapa nih yang suka baca puisi Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono? Kali ini saya akan membahas tentang novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. Lalu, seperti apa sih isi dari novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono?
Judul Buku : Hujan Bulan JuniNama Penulis : Sapardi Djoko DamonoNama Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono menceritakan tentang seorang perempuan cantik dari Manado yang bernama Pingkan. Ada juga seorang lelaki tampan dari Jawa yang bernama Sarwono.
Pingkan dan Sarwono ini berpacaran dan Pingkan sudah memperkenalkan Sarwono ke keluarga besarnya Pingkan. Pingkan dan Sarwono ini saling mencintai satu sama lain dan mereka adalah pasangan yang romantis.
“Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar sapu tangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan nafasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin?” – Hujan Bulan Juni
Ada seorang lelaki yang juga naksir dengan Pingkan tapi Sarwono tidak merasa cemburu. Sarwono justru merasa cemburu saat Pingkan ingin kuliah di Jepang dan Pingkan akan jauh dari Sarwono dan Pingkan bisa ketemu tiap hari dengan Katsuo yang merupakan lelaki tampan yang tinggal di Jepang.
HUJAN BULAN JUNI
Tak ada yang lebih tabah
Dari hujan bulan juni
Dirahasiakannya rintik rindunya
Kepada pohon berbunga itu
Tak ada yang lebih bijak
Dari hujan bulan juni
Dihapusnya jejak-jejak kakinya
Yang ragu-ragu di jalan itu
Tak ada yang lebih arif
Dari hujan bulan juni
Dibiarkannya yang tak terucapkan
Diserap akar pohon bunga itu
SAPARDI DJOKO DAMONO
Nggak tahu kenapa ya saya tuh suka puisi Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono karena memang kata-katanya bagus dan butuh waktu yang lama untuk bisa mengartikan puisi Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono.
Novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono banyak mengandung puisi-puisi Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. Dan menurut saya inilah yang menarik dari novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono.
Novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono diangkat ke film layar lebar dengan VELOVE VEXIA dan ADIPATI DOLKEN jadi tokoh utama. Film yang berjudul Hujan Bulan Juni sama bagusnya dengan novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. Bagaimana menurut kalian?
Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan tentang novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono. Jadi, apakah kalian tertarik untuk baca novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono? Atau kalian lebih tertarik untuk nonton film Hujan Bulan Juni? Atau kalian tertarik untuk baca novel yang berjudul Hujan Bulan Juni by Sapardi Djoko Damono dan nonton film yang berjudul Hujan Bulan Juni?
Baca Buku Perahu Kertas Karya Sapardi Djoko Damono, Kumpulan Puisi dengan Pilihan Kata yang Bermakna
Kalian suka nggak sih baca puisi? Baca puisi itu asik loh karena kata-kata yang ada di dalam puisi adalah kata-kata pilihan yang memiliki makna tak terlihat sehingga kadang pendengar puisi harus memahami kata-kata tersebut.
Pada tanggal 1 November 2023, saya berkunjung ke perpustakaan provinsi Jawa Tengah dan saya langsung suka dengan cover buku Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono. Covernya sederhana dengan gambar perahu kertas dan warna cover didominasi dengan warna biru agak hijau. Warna apa sih itu namanya?
Buku Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono ini berisi puisi-puisi pendek dengan pemilihan kata yang indah untuk kalian yang suka baca buku puisi, coba deh baca buku Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono yang isinya puisi dengan kata-kata yang menarik.
Judul Buku : Perahu KertasNama Penulis : Sapardi Djoko DamonoPenerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Membaca buku Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono ini mengingatkan saya yang dulu sejak SD – SMK saya suka membaca puisi karena kata-kata puisi yang memiliki makna yang mendalam dan sulit diartikan jika tidak dipahami dengan teliti. Dan berikut ini adalah beberapa puisi yang saya suka dari buku Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono yaitu sebagai berikut,
Mawar itu tersirap dan hampir berkata janganketika pemilik taman memetiknya hari ini, tak adaalasan kenapa ia ingin berkata jangan sebab tohwanita itu tak mengenal isyaratnya – tak ada alasanuntuk memahami kenapa wanita yang selama ini rajinmenyiraminya dan selalu menatapnya denganpandangan cinta itu kini wajahnya anggun dan dingin,menanggalkan kelopaknya selembar demi selembar dan membiarkan berjatuhan menjelmapendar pendar di permukaan kolamYang fana adalah waktu. Kita abadi.Memungut detik demi detik, merangkainya sepertiBungaSampai pada suatu hariKita lupa untuk apa.“Tapi,Yang fana adalah waktu, bukan?Tanyamu. Kita abadi.
Dulu, setiap kali pelajaran Bahasa Indonesia pasti sering sekali kan membahas tentang puisi? Sejak SD – SMK, puisi tuh selalu ada dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Ya, saya suka puisi dari dulu sampai sekarang walaupun saya tidak bisa menulis puisi dengan kata-kata yang indah dan menarik.
Selain puisi saya juga suka pantun. Pantun dan puisi tuh masuk dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia yang selalu ada sejak saya SD – SMK. Dan bikin puisi atau pantun tuh lebih susah yang mana sih menurut kalian? Kalau menurut saya nih ya lebih susah bikin puisi karena pemilihan kata untuk puisi harus menarik dan memiliki makna.
Sedangkan pantun hanya akhirannya saja yang harus sama dan terdiri dari empat baris. Sedangkan puisi biasanya sampai lebih dari sepuluh baris. Jadi, karena saya belum bisa menulis puisi dengan tema perahu kertas jadi kali ini saya akan membuat pantun dengan tema perahu kertas.
Apakah masih ada perahu kertas yang aku cari itu?Ternyata masih ada tapi sudah tak seperti dulu lagiKarena saya masih mencari kamuJadi saya masih mengharapanku kembali lagi
Eh, itu puisi atau pantun ya? Kan jadi bingung. Hahahaha. Ya gimana ya? Intinya saya senang karena sudah membaca buku Perahu Kertas karya Sapardi Djoko Damono yang merupakan buku dengan puisi-puisi indah yang memiliki makna dan kata yang menarik. Jadi, apakah kalian suka baca puisi dan nulis puisi?
Referensi Gambar dan Tulisan : Akun Media Sosial Sapardi Djoko Damono dan Dokumentasi Pribadi Blog Layar Baca Farida



Tidak ada komentar