Lia Herliana, Penulis Buku Anak dari Kabupaten Grobogan yang Menempuh Pendidikan S1 di Universitas Diponegoro Semarang
Halo, Teman Baca!
Lia Herliana adalah penulis buku anak dari Purwodadi, Kabupaten Grobogan. Pertama kali saya mengenal Mbak Lia yaitu di tahun 2018 karena saya dan Mbak Lia bergabung di komunitas yang sama yaitu komunitas blogger Gandjel Rel Semarang. Mbak Lia dulunya menempuh pendidikan S1 jurusan ilmu komunikasi di Universitas Diponegoro Semarang. Selain menjadi penulis buku anak, Mbak Lia juga merupakan mentor menulis. Mbak Lia juga merupakan penulis buku Storycake for Ramadhan yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama.
SINOPSIS BUKU STORYCAKE FOR RAMADHAN, 44 KISAH INDAH DAN INSPIRATIF SEPUTAR RAMADHAN YANG MENYENTUH HATI KARYA LIA HERLIANA DKK
Ada gairah, kenikmatan, dan kerinduan yang menyeruak ketika Ramadhan semakin dekat. Pengalaman beribadah yang dilaksanakan setiap tahun oleh umat Muslim yang selalu dinantikan kehadirannya. Suara beduk bertalu-talu, pergi tarawih berbondong-bondong, pengalaman ikut berkeliling membangunkan sahur, jungkir balik menyiapkan hidangan Ramadhan untuk pertama kalinya terkadang meninggalkan cerita sedih atau lucu dan tak terlupakan sepanjang hidup kita.
Ada banyak kisah seru, lucu, dan mengharukan dalam buku ini. Pengalaman banyak orang yang mungkin sama dengan apa yang pernah kita alami juga. Kisah-kisah sederhana dan luar biasa di dalamnya akan membuat kita tak sabar untuk menghabiskan buku ini dengan tuntas hingga halaman terakhir.
Storycake adalah kue cerita yang berisikan sekumpulan kisah menarik yang dikemas secara apik, mengharukan, membahagiakan, dan membuat kita sadar bahwa ada begitu banyak kisah di luar sana yang mungkin mirip dengan apa yang pernah atau sedang kita alami. Selamat membaca, dan nikmati Ramadhan dengan menggigit sepotong demi sepotong kisah yang ada dalam storycake ini!
TALKSHOW BERSAMA LIA HERLIANA PENULIS BUKU ANAK
Resep menulis cerita anak ala mbak Lia Herliana yaitu mulai dari ide yang unik dan menarik, penokohan yang kuat, setting, dan plot atau jalan cerita. Lalu, apa saja gaya bahasa pada cerita anak? Gaya bahasa pada cerita anak yaitu menggunakan kalimat efektif dengan memakai Bahasa Indonesia yang baik tapi tidak baku. Kalimat jangan terlalu panjang. Boleh menyelipkan humor. Menggunakan tiruan bunyi seperti gubrak, syuuut, dan lain-lain. Bumbu tambahan untuk menulis cerita anak yaitu judul yang menarik, pembukaan cerita yang tidak bertele-tele, penggunaan dialog dan narasi yang seimbang, dan ada pesan baik yang disampaikan.
Bagaimana awal mula Mbak Lia Herliana menjadi penulis buku anak? Awalnya saat Mbak Lia ingin menulis buku untuk dibaca oleh anak-anaknya sendiri. Lalu, bagaimana tips menghindari writer’s block ala Mbak Lia Herliana sebagai penulis buku anak? Untuk menghindari writer’s block maka Mbak Lia membuat outline atau rancangan cerita agar tidak kehabisan ide untuk menulis. Saat sudah kehabisan ide untuk menulis maka bisa mencari referensi dengan membaca buku untuk dijadikan sebagai referensi tulisan.
Walaupun saya orang dewasa tapi saya suka baca buku anak dan buku anak karya Mbak Lia Herliana itu enak untuk dibaca, punya pesan baik, dan gambar ilustrasinya juga menarik. Di postingan ini saya akan membahas tentang pengalaman saya dan keponakan saya baca buku karya Mbak Lia Herliana. Dan kalian bisa juga berkunjung ke blog Mbak Lia Herliana yaitu www.liaherliana.blogspot.com ya, teman!
Baca Buku Main Apa Dong? Seri Buku Anak Karya Lia Herliana, Belajar Mengenalkan Anak dengan Permainan yang Aman dan Menyenangkan
Siapa nih yang suka baca buku anak-anak? Walaupun saya sudah dewasa tapi sampai saat ini saya suka baca buku anak-anak. Kenapa demikian? Karena buku anak tuh pasti ada banyak gambar menarik dan terlihat lebih ceria. Kalau menurut kalian bagaimana nih?
"Bu Lek Farid tuh bukunya jelek semua, cuma warna putih tok dan hanya ada tulisan. Rak ono gambar sing apik. Ah, rak asik"
Itulah yang keponakan saya katakan beberapa tahun yang lalu saat keponakan saya masih PAUD. Dalam hati saya berjanji ingin membelikan buku bacaan untuk keponakan saya setelah saya lulus SMK dan sudah bekerja.
Namun, ketika saya sudah lulus SMK dan sudah bekerja saya malah lupa jika punya janji ingin membelikan buku anak-anak untuk keponakan saya. Saya malah lebih suka mengajak keponakan jalan-jalan dan membeli jajanan makanan daripada membelikannya buku anak-anak.
Tak terasa ternyata keponakan saya sudah memasuki usia 7 tahun dan keponakan saya duduk di bangku kelas dua sekolah dasar. Padahal rasanya baru kemarin untuk pertama kalinya saya menyaksikan sendiri bagaimana keponakan saya lahir ke dunia ini.
Dan sudah 7 tahun pula, keponakan saya lebih banyak menghabiskan waktunya bersama saya daripada ibu kandungnya. Hingga tak jarang saya kerap dipanggil "ibu" oleh keponakan saya. Saat keponakan pulang dari sekolah dengan menaiki sepedanya dan sesampainya di rumah, saya langsung menyambut keponakan saya dan saya memberitahukan kalau saya akan memperkenalkannya dengan buku anak-anak yang ceritanya dan gambarnya menarik.
Karena terlalu bahagia akhirnya keponakan langsung penasaran dengan buku anak-anak tersebut padahal saat itu keponakan belum mengganti seragam sekolahnya dengan pakaian sehari-hari. Lalu, buku apakah itu? Buku tersebut adalah buku anak-anak dengan judul "Main, Apa Dong?" karya Mbak Lia Herliana.
A. Identitas Buku
Judul Buku : Main Apa, Dong?Penulis : Lia HerlianaEditor : Yenni SaputriIlustrator : Fauzia KhoirunnisaPenerbit : PT Tiga Serangkai Pustaka MandiriJumlah Halaman : 36 HalamanISBN : 978-602-366-465-8Tahun Terbit : Cetakan Pertama, Juni 2018Harga : Rp.25.000. (Bisa Dibeli di Toko Buku Gramedia)Rating : ☆☆☆☆
B. Sinopsis
Oh! Bima baru tahu. Tarik kursi itu bukan permainan. Permainan apa lagi, ya, yang bisa membahayakan kita? Yuk, cari tahu bersama Bima, Sekar, dan Baron agar kita bisa berhati-hati saat bermain.
C. Review Buku
Buku yang berjudul Main Apa, Dong? karya Mbak Lia Herliana ini cocok menjadi panduan ayah bunda dalam mendidik anak-anaknya. Cocok juga untuk Bapak atau Ibu guru kelas satu dan kelas dua sekolah dasar sebagai bahan ajar untuk mendidik murid-muridnya. Di halaman depan buku ini ada panduan bagi orang tua yang bisa diterapkan saat buku ini sedang dibaca oleh anak-anak.
Buku ini masuk dalam seri waspada, yuk! dengan tokoh Bima, Sekar dan Baron. Mereka adalah anak-anak sekolah dasar. Bima yang sedang bermain tapi ternyata Bima belum tahu permainan apa saja yang tidak berbahaya.
Bermain juga sebaiknya di tempat yang aman agar anak-anak tidak cedera dan terluka. Karena saat anak-anak bermain dengan hati-hati maka anak-anak akan senang dan aman. Buku ini juga mengajak anak-anak Indonesia untuk mencintai permainan seru untuk anak-anak yang ada di Indonesia seperti permainan petak umpet. Hal ini mengingatkan masa kecil saya karena setiap kali pulang sekolah saya selalu melakukan permainan petak umpet di kampung saya.
Buku ini tidak hanya berisi cerita yang mempunyai pesan saja. Namun di buku ini ada juga halaman aktivitas yang bisa diisi oleh anak-anak sebagai bahan evaluasi apakah anak-anak sudah paham dimana sajakah tempat yang aman untuk bermain saat di sekolah. Di buku ini, adapula tips asyik saat bermain untuk anak-anak seperti antre, menggunakan alat permainan yang tidak berbahaya, mematuhi peraturan dan membantu teman.
Keunggulan dari buku ini yaitu sampul buku yang colorfull dan membuat anak-anak tertarik untuk membaca. Isi dari buku ini juga lengkap. Mulai dari cerita hingga adanya halaman aktivitas dan tips asyik. Cerita yang mudah dipahami dan memiliki pesan yang mudah dipahami anak-anak. Memakai bahasa yang sederhana dan mudah diingat anak-anak. Tak hanya sampulnya saja yang colorfull (penuh warna), setiap halaman di buku ini juga penuh warna sehingga saat membaca buku ini anak-anak tidak akan merasa bosan.
Lalu bagaimana saat keponakan saya membaca buku ini? Sebelum membaca saja keponakan saya sudah berseru "HORE" dengan sangat gembira. Setiap halaman di dalam buku ini yang dibaca oleh keponakan saya membuat saya senang karena hal tersebut juga membantu keponakan saya untuk tetap terus belajar membaca.
Saat membaca halaman awal buku ini, keponakan saya bertanya kenapa buku ini ada panduan bagi orang tua? Langsung saja saya jawab jika anak-anak yang masih seumuran keponakan saya kalau mau belajar masih harus didampingi orang tua supaya bisa memahami hal yang dipelajari. Setelah membaca buku ini keponakan saya mengatakan kalau ternyata saat bermain harus hati-hati dan harus di tempat yang aman. Keponakan saya juga menyukai ilustrasi gambar di buku ini.
Walaupun keponakan sudah lancar saat membaca buku ini namun ada beberapa kata yang belum fasih dibaca oleh keponakan saya pada saat membaca buku ini. Hal itu membuat saya agar mengulangi kata yang sulit dibaca oleh keponakan saya sampai keponakan saya bisa membaca beberapa kata tersebut. Setelah satu kali membaca buku ini, ternyata keponakan saya ingin membaca buku ini lagi dan membawa buku ini saat sedang les karena ingin belajar membaca buku ini bersama teman dan guru lesnya.
Semoga saya diberi banyak limpahan rejeki agar bisa membeli buku anak-anak untuk keponakan saya. Terimakasih banyak saya ucapkan untuk Mbak Lia Herliana karena akhirnya saya dan keponakan saya bisa membaca buku anak-anak yang mudah dimengerti dan penuh pesan ini.
Referensi Gambar dan Tulisan : Akun Media Sosial Lia Herliana dan Dokumentasi Pribadi Blog Layar Baca Farida


Tidak ada komentar