Ahmad Fuadi, Wartawan dari Indonesia dan Penulis Novel Negeri 5 Menara yang Diangkat ke Film Layar Lebar
Halo, Teman Baca!
Ahmad Fuadi adalah wartawan dari Indonesia dan merupakan penulis novel Negeri 5 Menara yang diangkat ke film layar lebar. Awalnya, Ahmad Fuadi tidak ada keinginan untuk menjadi penulis. Namun, setelah melihat ibunya yang setiap hari membawa pulang buku-buku tugas sekolah anak muridnya di sekolah dasar dan kemudian ibunya menulis catatan harian tentang apa saja yang dilakukan atau dialami maka timbul keinginan Ahmad Fuadi untuk menulis. Saat masih menjadi santri di Pondok Modern Gontor maka semua santri diwajibkan menulis buku harian termasuk Ahmad Fuadi.
Saya mengenal novel Negeri 5 Menara saat saya masih SMP di tahun 2009. Saat itu ada novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi di perpustakaan sekolah. Jujur, saat itu saya belum tertarik membaca novel sama sekali karena saat itu saya berfikir butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan membaca novel yang tebal dengan ratusan halaman itu. Jadi, saat itu saya hanya sering membaca majalah-majalah yang ada di perpustakaan sekolah. Teman-teman saya yang cerdas dan suka membaca saat itu bergantian meminjam buku Negeri 5 Menara untuk dibawa pulang.
SINOPSIS BUKU NEGERI 5 MENARA KARYA AHMAD FUADI
Alif lahir di pinggir danau Maninjau dan tidak pernah menginjak tanah di luar tanah Minangkabau. Masa kecilnya adalah berburu durian runtuh di rimba Bukit Barisan, bermain bola di sawah berlumpur dan tentu mandi berkecipak di air biru danau Maninjau. Tiba-tiba dia harus naik bus tiga hari tiga malam melintasi punggung Sumatera dan Jawa menuju sebuah desa di pelosok Jawa Timur. Ibunya ingin dia menjadi Buya Hamka walau Alif ingin menjadi Habibie. Dengan setengah hati dia mengikuti perintah ibunya, belajar di pondok.
Di kelas hari pertamanya di Pondok Madani (PM), Alif terkesima dengan mantera sakti “man jadda wajada” Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Dia terheran-heran mendengar komentator sepak bola berbahasa Arab, anak mengigau dalam bahasa Inggris, merinding mendengar ribuan orang melagukan syair Abu Nawas dan terkesan melihat pondoknya setiap pagi seperti melayang di udara.
Dipersatukan oleh hukuman jewer berantai, Alif berteman dekat dengan Raja dari Medan, Said dari Surabaya, Dulmajid dari Sumenep, Atang dari Bandung dan Baso dari Gowa. Di bawah Menara masjid yang menjulang, mereka berenam kerap menunggu maghrib sambil menatap awan lembayung yang berarak pulang ke ufuk. Kemana impian jiwa muda ini membawa mereka? Mereka tidak tahu. Yang mereka tahu adalah jangan pernah meremehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh maha mendengar.
Bagaimana perjalanan mereka ke ujung dunia ini dimulai? Siapa horor nomor satu mereka? Apa pengalaman mendebarkan di tengah malam buta di sebelah sungai tempat jin buang anak? Bagaimana sampai ada yang kasak-kusuk menjadi mata-mata misterius? Siapa princess of Madani yang mereka kejar-kejar? Kenapa mereka harus botak berkilat-kilat? Bagaimana sampai Icuk Sugiarto, Arnold Schwarzenegger, Ibnu Rusyd, bahkan Maradona sampai akhirnya ikut campur? Ikuti perjalanan hidup yang inspiratif ini langsung dari mata para pelakunya. Negeri Lima Menara adalah buku pertama dari sebuah trilogi.
Baca Buku Negeri 5 Menara Karya Ahmad Fuadi, Persahabatan Santri Pondok Madani untuk Meraih Impian di Masa Depan
Siapa nih yang suka nonton film yang diadaptasi dari novel? Kali ini saya akan membahas tentang film yang berjudul Negeri 5 Menara yang diangkat dari novel berjudul Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi yang diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Kira-kira film dan novelnya lebih bagus yang mana ya? Atau malah bagus dua-duanya? Lalu, seperti apa sih film Negeri 5 Menara ini?
Judul : Negeri 5 MenaraNama Pemain : Gazza Zubizareta Berperan Sebagai Alif, Sakurta Ginting Berperan Sebagai Randai, Ikang Fawzi Berperan Sebagai Pak Kyai, Donny Alamsyah Berperan Sebagai Ustad Salman, Eriska Rein Berperan Sebagai Sarah, dan Andhika Pratama Berperan Sebagai Fahmi Santri SeniorTanggal Tayang : 1 Maret 2012Durasi : 119 Menit
Film yang berjudul Negeri 5 Menara ini menceritakan tentang Alif. Seorang pemuda dari Sumatera yang sedang bingung memikirkan ingin sekolah SMA dimana. Randai sahabatnya Alif akan bersekolah SMA di Bandung. Akan tetapi Alif lebih memilih mondok di pondok modern Madani di Jawa Timur atas perintah ibunya.
Awalnya Alif menolak akan tetapi demi ibu dan ayahnya maka akhirnya Alif mau mondok di Jawa Timur. Perjalanan Alif dimulai dengan naik bus menuju Jawa Timur. Di perjalanan itu Alif juga sempat mual-mual karena mabuk perjalanan.
Alif mengira kalau setelah sampai di pondok maka langsung diterima namun ternyata harus tes terlebih dahulu dan banyak yang tidak lolos saat tes tersebut. Beruntungnya Alif karena Alif lolos tes dan diterima di pondok modern Madani.
Akan tetapi pembelajaran di pondok Madani ini berbeda karena empat tahun pembelajaran. Santri pondok Madani tidak hanya dibekali ilmu agama saja akan tetapi dibekali juga dengan ilmu pengetahuan yang luas. Jadi, setelah empat tahun mondok dan sekolah SMA di pondok Madani maka selanjutnya bisa melanjutkan ke jenjang perkuliahan.
Alif punya teman dekat yang baik di pondok Madani. Mereka menamai persahabatan mereka SOHIBUL MENARA dan mereka punya keunikan dan bakat masing-masing yang tentu saja keren dan oke. Sedangkan Alif ini mulai tertarik dengan dunia jurnalistik dan bergabung dengan dunia jurnalistik pondok. Alif mulai dibekali kamera dan mulai meliput berita. Dan untuk pertama kalinya Alif meliput berita tentang pertandingan badminton di pondok Madani.
Alif pun memberanikan diri wawancara dengan Pak Kyai tentang ustad pondok dan peraturan pondok. Dan ternyata wawancara itu juga merupakan strategi Alif untuk bertemu langsung dengan Sarah yang merupakan keponakan Pak Kyai.
Lalu, apakah Alif akan betah di pondok Madani setelah empat tahun lamanya? Dan apakah Alif akan masuk ITB setelah lulus dari pondok Madani? Dan kenapa Alif selalu merasa iri dengan Randai yang bisa sekolah SMA di Bandung selama tiga tahun?
Menonton film yang berjudul Negeri 5 Menara ini asik karena kita akan sama-sama belajar tentang dunia pondok modern yang asik dan punya banyak teman dari seluruh Indonesia. Dan yang paling saya ingat dari film yang berjudul Negeri 5 Menara yaitu,
“MAN JADDA WAJADA” (Siapa yang Bersungguh-Sungguh Dia Akan Berhasil)
Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan tentang film yang berjudul Negeri 5 Menara. Untuk kalian yang sudah membaca novelnya maka akan lebih seru kalau nonton juga filmnya. Film yang punya pesan untuk saya yaitu menerima takdir dan mencoba pengalaman. Jadi, apakah kalian tertarik untuk menonton film yang berjudul Negeri 5 Menara ini?
Baca Buku Ranah 3 Warna Karya Ahmad Fuadi, Kenapa Alif dan Randai Selalu Terjebak Dalam Persaingan?
Kali ini saya akan membahas tentang novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi. Novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi merupakan novel lanjutan dari novel yang berjudul Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi.
Judul Buku : Ranah 3 WarnaNama Penulis : Ahmad FuadiNama Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi menceritakan tentang Alif yang sudah tamat belajar dan sudah lulus dari Pondok Madani. Setelah itu Alif ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau ke Amerika. Alif bahkan sudah bermimpi dalam Bahasa Arab dan Bahasa Inggris. Alif kembali ke kampung halamannya Maninjau. Alif pun tak sabar ingin segera kuliah. Namun Randai yang merupakan sahabat Alif merasa ragu apakah Alif akan lolos UMPTN untuk bisa masuk kuliah.
Mantra “MAN JADDA WA JADDA” ternyata tidak cukup untuk memenangkan hidup. Kemudian Alif teringat mantra kedua saat Alif masih mondok di Pondok Madani yaitu “MAN SHABARA ZHAFIRA” yang artinya siapa yang bersabar pasti beruntung.
Berbekal kedua mantra itulah Alif mantap meraih impiannya. Lalu, apakah Randai masih meragukan Alif dalam meraih impian untuk masa depan? Lalu, siapakah perempuan bernama Raisa yang ada di kehidupan Alif dan meminta Alif untuk mengajari ngaji?
Menurut pendapat saya, novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi sama bagusnya dengan novel yang berjudul Negeri 5 Menara. Bagaimana menurut pendapat kalian? Apakah sama bagusnya juga menurut kalian? Sama bagusnya karena sama-sama bertemakan semangat belajar untuk meraih impian dan punya pesan baik untuk para pembacanya.
Novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi diangkat ke film layar lebar. Teman-teman saya banyak yang nonton film Ranah 3 Warna karena memang jalan ceritanya bagus dan tokoh utamanya juga diperankan oleh aktor dan aktris ternama.
Sampai saat ini saya belum pernah nonton film yang berjudul Ranah 3 Warna. Akan tetapi saya sudah menonton trailer film Ranah 3 Warna di YouTube. Bahkan saya posting trailer film Ranah 3 Warna di TikTok agar banyak orang bisa tahu tentang film yang berjudul Ranah 3 Warna.
“Sabar itu aktif bukan pasif. Aktif mencari solusi. Aktif pantang menyerah.” – Film Ranah 3 Warna
Pesan baik yang bisa kita ambil dari novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi dan film yang berjudul Ranah 3 Warna yaitu kita harus sabar dalam menghadapi setiap masalah dan ujian. Maksudnya bukan sabar hanya berdiam diri saja tapi sabar yang aktif dalam mencari solusi.
Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan tentang novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi. Untuk kalian yang sudah membaca novel Negeri 5 Menara karya Ahmad Fuadi maka kalian bisa membaca novel yang berjudul Ranah 3 Warna by Ahmad Fuadi agar ceritanya lebih lengkap!
Referensi Gambar dan Tulisan : Akun Media Sosial Ahmad Fuadi dan Dokumentasi Pribadi Blog Layar Baca Farida



Tidak ada komentar