INSTO Dry Eyes, Si Biru yang Bantu Atasi Gejala Mata Kering Pembaca Buku
Aku suka baca buku cerita saat aku masih anak-anak. Tapi, di saat teman-teman SMP yang sebaya denganku mulai membaca novel yang tebal sekitar 400 halaman itu, aku sama sekali tidak tertarik untuk membaca novel. Saat di perpustakaan SMP, aku lebih memilih membaca majalah atau buku panduan kerajinan tangan.
Tahun 2016, aku mulai tertarik membaca novel saat melihat temanku yang punya ruang istimewa di hatiku membaca novel Critical Eleven karya Ika Natassa. Setelah itu aku jadi penasaran dan akhirnya membaca buku Critical Eleven karya Ika Natassa. Adik sepupuku juga suka membaca novel saat itu. Jadi, aku dan adik sepupuku sering berburu diskon dan promo novel saat itu.
MOMEN SERU BACA BUKU DENGAN SAMPUL WARNA BIRU
Sebagai pecinta warna biru, kali ini aku ingin membahas tentang novel yang sampulnya berwarna biru dan aku sudah membaca novel itu karena memang novel itu bagus dan termasuk jajaran novel best seller dari penulis Indonesia. Novel-novel itu sudah diangkat ke film layar lebar. Namun, tentu saja versi novel lebih bagus dan lebih detail. Filmnya bagus tapi novelnya lebih bagus. Novel best seller dengan sampul warna biru itu yang aku maksud yaitu Critical Eleven karya Ika Natassa, Winter in Tokyo karya Ilana Tan, dan Jilbab Traveler Love Sparks in Korea karya Asma Nadia.
“Andai Anya di novel Critical Eleven itu aku, pasti aku menjadi wanita yang beruntung karena berjumpa dengan cinta tak terduga di momen 11 menit penting saat naik pesawat”“Andai Ishida Keiko di novel Winter in Tokyo itu aku, pasti aku menjadi pustakawan yang bahagia dengan buku-buku seru yang bisa dibaca kapan saja”“Andaikan Rania Samudra di novel Jilbab Traveler Love Sparks in Korea itu aku, pasti aku suka dunia fotografi dan traveling ke mana saja termasuk Korea”
Banyak membaca novel dengan cerita yang menarik tuh kadang meng-HALU ingin menjadi karakter itu. Ya, itu menyenangkan sih karena hanya membayangkan saja walaupun tidak menjadi kenyataan. Nah, karena terlalu asik membaca novel itu aku seperti ikut masuk ke cerita yang ada di novel itu. Kalau aku menyukai novel itu maka aku bisa membaca novel yang jumlahnya 300 halaman dalam waktu 4 jam. Tapi, kalau novel itu tidak aku sukai maka bisa sampai berbulan bulan aku tidak bisa menyelesaikan membaca novel yang tidak aku sukai itu.
Sebagai kaum mendang-mending, aku jarang membeli novel. Aku hanya akan membeli novel itu jika novel itu adalah novel yang memang aku sukai. Atau novel tersebut sedang ada promo diskon sampai 90% maka aku akan membeli novel tersebut. Karena itu, aku lebih memilih meminjam novel milik teman atau membaca novel di perpustakaan. Karena kemajuan teknologi yang begitu pesatnya, aku juga lebih memilih meminjam buku versi ebook di perpustakaan digital iPusnas atau iJakarta karena gratis dan resmi dari pemerintah Republik Indonesia.
Kebiasaan membaca buku dan membaca ebook inilah yang membuat mataku lelah dan terasa perih karena terlalu fokus membaca buku dan terlalu lama menatap layar hape untuk membaca ebook. Kadang disertai juga dengan leher yang pegal dan kepala yang pusing jika terlalu banyak membaca buku dan ebook. Kalau sudah begitu biasanya aku berhenti membaca buku atau ebook sampai aku benar-benar sehat kembali.
KENAPA MATA LELAH DAN TERASA PERIH?
Mata lelah dan terasa perih karena terlalu fokus dan terlalu banyak membaca buku adalah penyebab gejala mata kering. Gejala mata kering ini ditandai dengan SEpet (mata terasa gatal dan tidak nyaman), PErih (sensasi perih dan iritasi pada area mata), dan LElah (mata cepat lelah dan terasa berat). Kenali dan waspadai gejala mata kering ya, teman!
APA ITU MATA KERING?
Mata kering adalah kondisi ketika mata tidak mendapatkan pelumasan yang cukup dari air mata. Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di mata, bahkan bisa merusak lapisan bening di bola mata yang berakibat pada gangguan penglihatan. (Sumber : alodokter.com)
APA YANG MENYEBABKAN PEMBACA BUKU MENGALAMI GEJALA MATA KERING?
Pembaca buku bisa mengalami gejala mata kering jika terlalu fokus saat membaca dan jarang berkedip saat membaca. Pembaca ebook bisa mengalami gejala mata kering karena terlalu lama menatap layar hape yang menyebabkan mata menjadi lelah dan terasa berat sehingga menimbulkan gejala mata kering.
BAGAIMANA CARA MENCEGAH GEJALA MATA KERING UNTUK PEMBACA BUKU?
Pembaca buku bisa menggunakan metode 20-20-20 yaitu setiap 20 menit sekali lihat objek lain sejauh 20 kaki atau sekitar 6 meter selama 20 detik. Ulangi terus metode itu. Dan jangan lupa untuk minum air sebanyak 2 liter per hari serta mengkonsumsi wortel dan daun kelor yang dimasak sesuai selera untuk menjaga kesehatan mata karena wortel dan daun kelor memiliki banyak kandungan vitamin A yang bagus untuk kesehatan mata.
INSTO DRY EYES, SI BIRU YANG BANTU ATASI GEJALA MATA KERING PEMBACA BUKU
Kalau sudah melakukan pencegahan untuk menghindari gejala mata kering tapi gejala mata kering tidak bisa dihindari maka INSTO DRY EYES menjadi solusinya. #InstoDryEyes ini merupakan obat tetes mata yang seperti air mata buatan untuk meredakan gejala mata kering. Packaging dari INSTO Dry Eyes ini warna biru dan putih. INSTO Dry Eyes ini bisa dibeli di minimarket terdekat dan aku membeli INSTO Dry Eyes dengan harga Rp.17.900. Isi bersih dari INSTO Dry Eyes ini yaitu 7,5 ML. INSTO Dry Eyes ini merupakan produk HALAL karena sudah ada logo halal pada kemasan produk. INSTO Dry Eyes aman digunakan karena sudah terdaftar di BPOM RI dengan No. Reg. DTL1438202146A1.
Aku meneteskan INSTO Dry Eyes sebanyak 2 tetes ke area mataku saat aku mengalami Gejala Mata Kering karena terlalu banyak membaca buku dan terlalu lama membaca ebook di hape. Aku meneteskan INSTO Dry Eyes yaitu saat pagi hari, sore hari, dan malam hari. Setelah itu gejala mata kering sudah tidak terasa lagi karena mataku sudah tidak terasa berat, lelah, dan perih. Untungnya, sudah ada INSTO Dry Eyes yang membantuku untuk meredakan gejala mata kering. Bersama INSTO Dry Eyes jadi #BebasMataKering dan #MataSePeLeJanganSepelein ya, teman!






Tidak ada komentar