Sasti Gotama, Dokter dan Penulis Buku Korpus Uterus yang Mengikuti Residensi Sastrawan Berkarya di Kota Wonju Korea Selatan dari Kemendikdasmen Republik Indonesia
Halo, Teman Baca!
Sasti Gotama adalah dokter yang menulis buku Korpus Uterus dan diterbitkan oleh PT Gramedia Pustaka Utama. Di tahun 2026, Sasti Gotama terpilih sebagai sastrawan dari Indonesia untuk mengikuti residensi sastrawan di mancanegara yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen Republik Indonesia tepatnya di Kota Wonju Korea Selatan.
Di tahun 2026, program residensi sastrawan berkarya di mancanegara yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen ini saya ketahui setelah saya melihat Mas Setia Naka Andrian lolos residensi tersebut. Residensi ini mengirim sastrawan dari Indonesia ke Jerman dan Korea Selatan dan Mas Setia Naka Andrian yang merupakan dosen di Universitas PGRI Semarang memilih Jerman sebagai negara tujuan untuk melaksanakan residensi tahun 2026.
Saat itu saya mengikuti bedah buku dengan narasumber Mas Setia Naka Andrian di Perpusda Kendal, beliau menyampaikan tentang residensinya yang menuju Jerman di tahun 2026. Dan beliau bercerita kalau peserta residensi lainnya adalah dokter yang suka sastra dan akan melaksanakan residensi di Korea Selatan. Sejak saat itu, saya jadi penasaran siapakah dokter yang suka sastra dan akan residensi di Korea Selatan tahun 2026 itu? Pertanyaan dan penasaran saya itu terjawab setelah saya melihat postingan teman saya yang menyukai postingan Sasti Gotama yang ternyata Sasti Gotama adalah dokter yang suka sastra dan terpilih sebagai sastrawan dari Indonesia yang residensi di Korea Selatan tahun 2026. Akhirnya pertanyaan dan rasa penasaran saya terjawab sudah ya, teman!
SINOPSIS BUKU KORPUS UTERUS KARYA SASTI GOTAMA YANG DITERBITKAN OLEH PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA
Tak ada yang lebih diinginkan Luh selain kembali ke rahim. Sebagai anak hasil pemerkosaan yang berulang kali berusaha digugurkan, Luh merasa dunia fana ini begitu kejam. Tak ada kasih sayang dari ibunya. Dia dipelihara bagai hewan ternak yang cukup diberi makan tiga kali sehari. Pengabaian sang ibu membuat Luh lari dari rumah.
Dalam bentang hidupnya, dia bertemu perempuan-perempuan dengan kehamilan tak diinginkan. Hal itu mendorong Luh kelak menjadi ahli aborsi yang lihai. Baginya aborsi adalah jalan agar janin yang tak diharapkan tidak menemui kenestapaan dan agar perempuan memiliki otonomi atas pilihan. Luh pikir hidup demikian akan memberinya kedamaian. Bukankah dia akhirnya dapat menolong janin-janin agar tak menderita seperti dirinya? Namun, niat baik itu kini membuatnya diburu bahaya. Bersama sebentuk rahim dalam stoples yang dia bawa. Luh berkelana sembari mempertanyakan kembali makna rahim sesungguhnya.
Penciptaan karakter-karakternya khas sekaligus kompleks, pembangunan latar tempat dan waktu yang padu, serta penempatan detail-detail yang menguatkan semesta dari cerita menandakan ketelitian dan kegigihan penulis dalam melakukan riset. Satu dari sedikit naskah yang mampu menghadirkan karakter perempuan yang unik dan mencolok. – Penilaian Dewan Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2023.
Di tahun 2018, Sasti Gotama sakit dan adik kelasnya merekomendasikan cerita pendek untuk dibaca Sasti Gotama. Sasti Gotama mulai menulis sejak tahun 2019. Beliau suka membaca sejak masih kecil. Setiap satu minggu sekali beliau diajak ke toko buku dan dibelikan buku oleh orang tuanya dan saat itu buku yang sering dibaca dan dibeli adalah buku komik. Dan setiap minggu selalu membaca majalah langganan.
Hanya butuh waktu dua bulan bagi Sasti Gotama untuk menyelesaikan naskah Korpus Uterus. Wow dan keren banget karena Sasti Gotama hanya membutuhkan waktu dua bulan saja untuk menulis novel Korpus Uterus. Sasti Gotama belum pernah nonton teater sama sekali tapi beliau bisa menulis naskah drama dan jadi pemenang dalam lomba menulis naskah drama. Sasti Gotama juga menulis esai dan jadi penerjemah buku. Sasti Gotama tidak pernah bergabung dengan komunitas apapun tapi punya banyak teman yang selalu mendukung Sasti Gotama di bidang kepenulisan.
Referensi Gambar dan Tulisan : Akun Media Sosial Sasti Gotama


Tidak ada komentar