Nyi Penengah Dewanti, Penulis Buku Promise Love Life yang Berjuang Menjadi TKW di Hongkong Untuk Menjemput Masa Depan Cemerlang

Tidak ada komentar

Nyi Penengah Dewanti


Nyi Penengah Dewanti, Penulis Buku Promise  Love Life yang Berjuang Menjadi TKW di Hongkong Untuk Menjemput Masa Depan Cemerlang



Halo, Teman Baca!

Sebenarnya sudah sejak lama saya ingin membaca buku promise, love and life karya Nyi Penengah Dewanti. Tapi baru minggu kemarin akhirnya saya bisa menyelesaikan membaca buku ini dan saya merasa buku ini bisa dibaca bagi para perempuan khususnya para perempuan di Kota Kendal karena buku ini merupakan perjalanan hidup si penulis di Kendal. Buku Promise Love and Lofe diterbitkan oleh PT Elex Media Komputindo.

SINOPSIS BUKU PROMISE LOVE LIFE KARYA NYI PENENGAH DEWANTI

Umurku belum genap 17 tahun ketika menjadi TKW di Hongkong. Selain umur yang tidak memenuhi syarat, aku tidak memiliki KTP dan KK. Oleh sebab itu biodataku dirombak habis-habisan oleh PT yang akan memberangkatkanku. Namaku juga diubah. Mungkin kamu bertanya, mengapa aku nekat menjadi TKW dalam usia begitu belia? Padahal gadis seusiaku masih asik mengecap bangku kuliah, nge-mall, atau hura-hura. Aku dan kakak banting setir menjadi pencari nafkah keluarga ketika bapak meninggalkan kami. Kakak menjadi kuli panggul bambu atau kernet angkot sepulang sekolah. Aku bekerja di warung makan tetangga lalu setamat SMA mengadu nasib di negeri tetangga. Rezeki seumpama teka-teki, kerap berlindung di sarang misteri. Aku dan keluarga kecilku tidak menyerah. Perjuangan, tangisan, dan pengorbanan demi mewujudkan mimpi masa depan kami jalani. Majikan pertamaku suka memukul dan cerewet, majikan kedua sering menikam di balik punggung, majikan ketiga anaknya pernah mau membunuhku. Sanggupkah aku melewati hidup di negeri orang dengan segudang ujian dari yang Esa?

MENGENAL LEBIH DEKAT NYI PENENGAH DEWANTI

Nyi Penengah Dewanti, begitulah namanya. Nama yang unik dan langka jika nama itu berada di Kota Kendal. Nyi Penengah Dewanti merupakan seorang perempuan yang lahir dan tinggal di Kota Kendal. Ayahnya orang Kendal dan ibunya orang Bali. Jadi dapat disimpulkan bahwa Nyi adalah keturunan Bali-Kendal.

Jika kalian bertemu dan berjumpa dengan Nyi Penengah Dewanti maka kalian akan menemukan sosok perempuan ceria yang selalu bersemangat. Padahal di masa lalu ini Nyi memiliki masa lalu kelam yaitu ditinggalkan ayahnya pergi sehingga Nyi harus hidup bersama dengan ibu, kakaknya, dan adiknya yang saat itu masih bayi.

Demi memenuhi kebutuhan hidup maka kakaknya Nyi pun bekerja sebagai kuli angkut barang setelah pulang sekolah. Dan Nyi pun sama yaitu bekerja di warung makan milik tetangganya setelah Nyi pulang sekolah.

Mengetahui Nyi bekerja setelah pulang sekolah dan Nyi mempunyai uang maka ayah Nyi datang menemui Nyi di warung makan tersebut hanya untuk meminjam uang dari hasil jerih payah Nyi bekerja di warung makan tersebut setelah pulang sekolah. Saya heran kenapa ada orang seperti ayahnya Nyi yang tega menelantarkan istri dan tiga anaknya dan dengan bangganya meminjam uang kepada Nyi yang telah bekerja keras di warung makan tersebut setelah pulang sekolah.

Demi mengubah nasib dan memperbaiki ekonomi maka Nyi pun memberanikan diri untuk bekerja di Hongkong walaupun saat itu usia Nyi masih belum genap tujuh belas tahun dan saat itu Nyi baru lulus SMA. Hingga kemudian Nyi pun memalsukan identitas atas perintah dari agen yang memberangkatkan Nyi ke Hongkong.

Bekerja menjadi TKW di Hongkong itu sangat berat dan membutuhkan semangat dan kerja keras yang luar biasa. Nyi mendapatkan majikan yang super cerewet dan selalu menyalahkan Nyi. Memang benar ya yang dikatakan orang-orang kalau atasan itu selalu benar dan bawahan selalu salah.

Nyi pun akhirnya pindah ke majikan yang lain yang ternyata sangat membuat Nyi merasa kerepotan karena harus merawat anak-anak, mengurus rumah, dan juga memasak. Sungguh hebat sekali Nyi sudah memantapkan diri dan kuat menjadi seorang TKW di Hongkong walaupun usianya masih muda.

Banyak hal yang membuat saya kagum dengan Nyi karena di sela-sela waktunya menjadi TKW di Hongkong, Nyi memanfaatkan waktu luang tersebut untuk menulis dan mengikuti lomba menulis. Hingga pada akhirnya Nyi pun menjadi seorang penulis buku yang bukunya bisa menginspirasi orang banyak untuk tetap semangat menjalani pahit dan kerasnya kehidupan seperti buku ini. Dan berikut ini 5 hal yang wajib kalian ketahui tentang buku Promise, Love, and Life karya Nyi Penengah Dewanti yaitu,

1. Bisa Lebih Mengenal Para TKW yang Bekerja di Hongkong

Melalui buku ini maka kita bisa lebih mengenal kehidupan para TKW di Hongkong. Mulai dari mendapat majikan yang cerewet dan pekerjaan yang tiada henti, hingga teman sesama TKW dari Indonesia yang pura-pura baik padahal sebenarnya ingin menipu.

2. Mendapat Motivasi untuk Tetap Semangat dalam Menjalani Hidup

Setelah membaca buku ini maka saya pun mendapat motivasi untuk tetap semangat menjalani hidup karena seringkali saya mengeluh tentang kehidupan saya ini padahal di luar sana masih banyak orang yang menjalani hidup lebih pahit dari saya.

3. Buku Ini Diangkat dari Kisah Nyata

Buku ini diangkat dari kisah nyata Dewi seorang perempuan dari Kota Kendal yang menjadi TKW di Hongkong yang harus berganti nama menjadi Nyi Penengah Dewanti agar Dewi bisa ke Hongkong dan menjadi TKW di Hongkong demi bisa merubah nasib.

4. Jumlah Halaman yang Tidak Terlalu Banyak

Pernahkah kalian merasa bosan saat membaca buku atau novel? Saya pernah merasa bosan saat membaca novel karena novel tersebut berjumlah 600 halaman sehingga jalan ceritanya terlalu panjang dan membuat saya bosan. Untungnya buku karya Nyi Penengah Dewanti ini hanya berjumlah sekitar 170 halaman saja sehingga dalam waktu beberapa jam saja maka saya sudah selesai membaca buku ini.

5. Bisa Mensyukuri Segala yang Dimiliki dan Pandai Memanfaatkan Waktu Luang

Buku ini juga membuat saya lebih mensyukuri segala yang saya miliki saat ini agar saya tidak banyak mengeluh. Saya pun mendapat pesan dari buku ini yaitu untuk pandai memanfaatkan waktu luang seperti Nyi Penengah Dewanti yang memanfaatkan waktu luang saat masih menjadi TKW untuk menulis sehingga Nyi Penengah Dewanti akhirnya menjadi seorang penulis buku.

Itulah sedikit hal yang dapat saya sampaikan seputar buku yang berjudul Promise, Love and Life karya Nyi Penengah Dewanti. Lalu, apakah kalian sudah pernah membaca buku yang berjudul Promise, Love and Life karya Nyi Penengah Dewanti ini?

Nyi Penengah Dewanti, Mantan Tenaga Kerja Indonesia di Hongkong Kini Jadi Penulis Buku

Semenjak mulai belajar ngeblog di tahun 2017 saya makin tambah ilmu tentang dunia perbloggingan. Tak hanya itu saja, saya pun mulai mengenal orang-orang baru yang juga aktif di dunia blogging. Di kota kelahiran saya ini yaitu kota Kendal ternyata ada seorang blogger perempuan yang menginspirasi saya untuk menjadi blogger yang tetap terus semangat menulis.

Saya merupakan salah satu pembaca setia blog www.nyipenengah.com milik Mbak Nyi Penengah Dewanti. Kenapa saya suka membaca tulisan blog milik mbak Nyi? Alasannya adalah Mbak Nyi sering menulis seputar kuliner dan wisata Kendal. Tulisan Mbak Nyi di blog juga tidak terlalu panjang sehingga saya tidak merasa bosan.

Waktu itu saya sering melewati Jalan Kalibendo Kaliwungu. Saya melihat ada spanduk di depan minimarket yang bertuliskan pelatihan seputar berjualan online yang diadakan oleh Komunitas Bukalapak Kendal dan untuk mengikuti pelatihan tersebut bisa menghubungi Mbak Nyi Penengah Dewanti. Sebenarnya saya ingin ikut tapi ternyata waktu dan kesempatan belum mengizinkan saya untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Pernah juga saya sudah mendaftar pelatihan berjualan online bersama Komunitas Bukalapak Kendal dan Mbak Nyi Penengah Dewanti yang diadakan di Kantor Pos Kendal. Ternyata saya pun tidak bisa hadir di acara pelatihan tersebut karena ada acara lain yang lebih penting.

Komunitas Bukalapak Kendal dan Mbak Nyi Penengah Dewanti pernah juga mengadakan pelatihan tentang berjualan online di salah satu kedai makan di kawasan Stadion Baru Kendal pada sore hari. Lagi-lagi saya tidak bisa hadir karena kalau sore hari saya sudah terjadwal untuk memasak di rumah.

Apa sih alasan saya ingin mengikuti pelatihan berjualan online bersama Komunitas Bukalapak Kendal dan Mbak Nyi Penengah Dewanti? Tentu saja saya ingin bisa berjualan online di zaman yang sudah modern ini karena berjualan online lebih efektif dan efisien serta tidak membutuhkan modal yang terlalu besar.

Karena sampai saat ini saya belum bisa mengikuti pelatihan berjualan online bersama Komunitas Bukalapak Kendal dan Mbak Nyi Penengah Dewanti. Maka lebih baik saya #BukaInspirasi bersama Mbak Nyi Penengah Dewanti. Dan inilah lima daftar #BukaInspirasi bersama Mbak Nyi Penengah Dewanti,

1. Tetap Menulis Kata-Kata di Sela Kerja

"MENULIS KATA-KATA DI SELA KERJA". Kalimat itulah yang selalu saya ingat saat saya pertama kali berkunjung ke blog nyipenengah.com, dan ternyata memang benar kalau Mbak Nyi menulis kata-kata untuk diposting di blog ataupun menulis novel yang diterbitkan beberapa penerbit di sela-sela waktunya saat bekerja.

Dulunya Mbak Nyi adalah pekerja kantoran alias anak kantoran yang bekerja di bagian content writer di salah satu perusahaan digital marketing. Saat sedang bekerja, Mbak Nyi harus menulis 10 artikel per hari di perusahaan digital marketing tersebut.

Saya kagum dengan Mbak Nyi, walaupun kerja tapi masih bisa tetap menyalurkan hobi menulisnya. Jadi, setelah membaca tulisan Mbak Nyi di blog, saya selalu termotivasi untuk rajin menulis di blog dengan konten yang menarik dan diminati para pembaca.

Setelah menikah, Mbak Nyi memilih resign dari kantor perusahaan digital marketing tersebut. Kemudian Mbak Nyi lebih memilih bekerja dari rumah dengan aktif ngeblog sehingga beberapa kali Mbak Nyi mendapat job review dari menulis di blog. 

Tak hanya itu saja, Mbak Nyi juga sering kali mendapatkan job ngeblog hadir dalam event ternama di beberapa kota seperti  event di Pekalongan, Batang, Pemalang, Salatiga, Kendal, Semarang, Magelang hingga Jember.

2. Traveling Sambil Mencari Inspirasi

Siapa sih yang tidak suka jalan-jalan? Jalan-jalan atau traveling itu memang menyenangkan. Apalagi kalau bisa traveling bersama pasangan halal tercinta seperti Mbak Nyi dan suaminya yang traveling ke Pantai Papuma di Jawa Timur. Saat traveling inilah Mbak Nyi mendapatkan inspirasi untuk menulis sehingga bisa menjadi bahan tulisan untuk diposting di blog.

3. Menggunakan Media Sosial untuk Berjualan Online

Zaman sekarang ini, siapa sih yang tidak mempunyai sosial media? Saat ini media sosial bukan hanya sebagai ajang untuk update status saat galau. Contohnya Mbak Nyi Penengah Dewanti ini.

Mbak Nyi menggunakan sosial media untuk mempromosikan produk yang Mbak Nyi jual seperti produk handmade UMKM berupa kantong handphone, kantong laptop dan kantong buku.

Mengapa menggunakan sosial media untuk berjualan online? Karena menggunakan sosial media untuk berjualan produk secara online lebih efektif dan efisien plus tidak ribet sama sekali karena saya juga pernah mencoba berjualan produk secara online melalui sosial media.

4. Menggunakan  Aplikasi Bukalapak untuk Berjualan Online

Tak hanya melalui sosial media saja, Mbak Nyi juga menggunakan aplikasi Bukalapak untuk berjualan online. Mbak Nyi juga membagikan link produk yang dijual di Bukalapak melalui sosial media agar diketahui orang banyak dan bisa menarik minat pembeli.

Produk yang dijual secara online adalah produk handmade UMKM berupa kantong buku, kantong laptop dan kantong handphone. Hal itu membuat saya makin kagum dengan Mbak Nyi karena lebih memilih produk handmade UMKM.

Tak hanya bisa berjualan online saja melalui Bukalapak. Melalui Bukalapak, Mbak Nyi juga bisa mempunyai banyak teman baru dari berbagai kota di Indonesia karena Bukalapak memiliki komunitas di setiap kotanya seperti Komunitas Bukalapak Kendal yang ada di Kota Kendal.

5. Jangan Lupa untuk Berbagi Kepada Sesama dan Bersedekah

Saat akan menghadiri event blogger di All Stay Hotel Semarang. Saya, Mbak Nyi, dan Mbak Cicik memilih naik Grab Car. Saat itu biaya naik Grab Car sebesar Rp.45.000. Kami bertiga iuran Rp.15.000. per orang.

Namun saat akan membayar biaya Grab Car Mbak Nyi memakai uang Rp.50.000. dan tidak meminta uang kembalian kepada si Bapak Sopir. Mbak Nyi dengan ikhlas memberikan uang sisa pembayaran Grab Car tadi kepada Bapak Sopir. Karena Mbak Nyi selalu lebih suka memberi daripada menerima.

Tak hanya itu saja, pada bulan Ramadhan 1439 kemarin Mbak Nyi dan Komunitas Bukalapak Pantura membantu korban bencana alam banjir rob di Kota Pekalongan tepatnya di Kelurahan Salam Manis. Mbak Nyi dan Komunitas Bukalapak Pantura membagikan 200 paket nasi bungkus kepada para korban banjir rob tersebut.

Itulah inspirasi yang saya dapatkan dari Mbak Nyi Penengah Dewanti. Mulai dari terus mempunyai semangat menulis, traveling ke tempat baru untuk mendapatkan inspirasi, menggunakan kecanggihan teknologi untuk berjualan online melalui sosial media dan aplikasi Bukalapak, serta tetap menyisihkan sedikit rejeki yang didapat dari berjualan online untuk bersedekah dan menolong sesama yang membutuhkan.
 
Referensi Gambar dan Tulisan : Akun Media Sosial Nyi Penengah Dewanti 

Tidak ada komentar